Senin, 21 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Minggu, 06 Okt 2019, 18:00:08 WIB, 6 View Tim Redaksi, Kategori : News
”Black Panther” dan Penumpang Gelap Lainnya - Gudang Berita Viral

PEMBERANTASAN buta huruf kerjaan kancil selaku menteri informasi rimba raya tetap bermasalah. Kebijakan yang dicanangkan pasangan Raja-Ratu Singa Sastro-Jendro itu sudah memelekhurufkan hampir seantero hutan. Masih saja hampir seluruh hewan malas baca tulis.

Salah satu contohnya Undang-Undang Anti Penimbunan yang baru mereka sahkan. Sudah sah dan final. Ada atau tidak tanda cakar raja singa, undang-undang kontroversial itu akan berlaku 30 hari sejak disahkan parlemen.



Eh, jebul masih terdapat banyak salah tulis. Artinya, tak membaca dengan baiklah ratusan anggota dewan yang membuatnya. Puluhan staf kerajaan yang menanggapinya sebelum undang-undang itu disahkan sami mawon.

Membaca sih membaca. Tapi tidak dengan baik. Mungkin monyet-monyet membacanya sambil saling petan menelisik kutu, para kucing garong sambil menggesek-gesekkan tubuhnya ke pohon, kerbau-kerbau sembari berkubang, dan para siamang sembari ngupil serta buang hajat besar.

Ada seorang angsa betina. Namanya Dian Yang Tak Kunjung Padam. Dipuja-pujilah dia oleh burung-burung dengan julukan Dian Sastro Yang Tak Kunjung Padam. Panggilannya ”Yang”. Angsa dengan sayap bersaput warna pink itu pernah dinilai ”tampak bodoh” oleh seorang menteri. Pasalnya, si Yayang berkomentar atas Undang-Undang Anti Penimbunan yang menurut pak menteri belum dibaca si Yayang.

Heuheuheu … Bisa jadi pak menteri selaku staf kerajaan pun belum membacanya, seperti juga ratusan anggota dewan. Jika semua sudah membacanya, masak sih kesalahan ketik di beberapa pasal draf undang-undang tersebut tak ada satu pun yang mendeteksinya?

Ini salah satunya: usia minimal pemimpin KPK (Komisi Pemberantasan Kepenimbunan) adalah 40 tahun dalam kurung ”10 x usia penjajahan Belanda + 5 tahun”. Berarti kan 3.500 tahun + 5 tahun = 3.505 tahun? Padahal, mungkin maksudnya ”10 x usia penjajahan Jepang + 5 tahun”.

Tentu tak seluruh hewan mudeng apa itu penjajahan, apalagi apa itu Jepang dan Belanda. Belalang-kupu-kupu menyangka Belanda itu sebutan lain untuk sapi, kambing, dan domba yang susunya bisa dijadikan keju oleh Ratu Juliana. Puk ami-ami, sebutan cicak buat nyamuk, menyangka Jepang itu semua yang oleh Kaisar Hirohito bisa dibikin sashimi, yaitu ikan-ikan mentah yang tinggal didudul ke kecap asin dan wasabi.

Hewan yang mudeng malah pusing. Lebih-lebih macan kumbang hitam yang sedang lumpuh. Hewan berkulit gelap itu penuh unek-unek, tapi tak bisa ikut berdemo menuntut terbitnya perppu pembatalan undang-undang dengan menumpang punggung macan tutul misalnya. Nanti dikira penumpang gelap. Nasib serupa dialami kucing hitam, angsa hitam, lutung, termasuk kambing hitam dan lain-lain kegelapan yang sedang lumpuh.

Maka, bijaklah segala penghibur bagi kegelapan. Utamanya kegelapan yang sedang lumpuh. Kunang-kunang dan sejenis cacing bercahaya menghibur calon-calon penumpang gelap itu dengan dongeng tentang dinosaurus.

Menurut keduanya, hewan raksasa itu punah lantaran tubuhnya terlampau besar sehingga menghalangi terbitnya sesuatu. Mereka didoakan punah oleh flora dan fauna yang terancam mati dengan tidak terbitnya sesuatu itu.

”Dinosaurus menghalangi terbitnya sesuatu? Sesuatu itu matahari?” tanya macan kumbang hitam.

”Apakah terbitnya sesuatu ini artinya terbitnya perppu?” tanya kambing hitam kepo.

”Ah! dongengmu bohong,” protes seorang bakteri. ”Dengan tak adanya dinosaurus, maka terbitnya perppu, eh, matahari, tak ada yang menghalangi. Mestinya kami dan seluruh kuman sudah punah kena sinar matahari. Buktinya? Hayo!”

Kunang-kunang dan cacing bercahaya tertawa, ”Betul. Kami berbohong. Karena menghibur dan memerintah itu hampir sama, sama-sama membohongi…Heuheuheu …”


*) Sujiwo Tedjo, Tinggal di Twitter @sudjiwotedjo dan Instagram @president_jancukers




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Tak Mau Terbelenggu, Adian Tolak Tawaran Menteri dari Jokowi - Gudang Berita Viral Tak Mau Terbelenggu, Adian Tolak Tawaran Menteri dari Jokowi
Senin, 21 Okt 2019, 11:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Pikul Tugas Berat, Kesehatan Calon Menteri Perlu Diperiksa - Gudang Berita Viral Pikul Tugas Berat, Kesehatan Calon Menteri Perlu Diperiksa
Senin, 21 Okt 2019, 11:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali
Brutal! Warga Lekok Tewas Dibacok Saat Ngopi, Tiga Pelakunya Dibekuk - Gudang Berita Viral Brutal! Warga Lekok Tewas Dibacok Saat Ngopi, Tiga Pelakunya Dibekuk
Senin, 21 Okt 2019, 11:00:09 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print