Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 27 Sep 2019, 17:00:05 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Biaya Energi Terbarukan Turun, RI Pacu 23% di 2025  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Hingga hari ini bauran energi terbarukan Indonesia baru mencapai 13 persen. Indonesia harus melipatgandakan bauran energi terbarukannya agar bisa mencapai target 23% sesuai komitmen Indonesia pada Paris Agreement dengan beberapa dukungan kebijakan.

“Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang lebih dari cukup untuk mencapai dan bahkan melampaui targetnya,” kata pakar IISD, Phili Gass, Penasehat Senior untuk Kebijakan Energi, dan Pimpinan IISD-GSI Indonesia Program, dalam diskusi ‘Masa Depan Kebijakan Energi Terbarukan’ yang diselenggarakan Katadata bekerja sama dengan International Institute for Sustainable Development (IISD), di Hotel Morriisey, Rabu (25/9/2019).



“Turunnya biaya energi terbarukan secara dramatis akhir-akhir ini membuka kesempatan bagi Indonesia untuk meraih keuntungan dari sumber energi terbarukannya. Yang kurang di sini adalah kebijakan yang memungkinkan pelaku usaha dan masyarakat untuk mengambil peran di dalam momentum ini,” tambahnya.

Gass menyebutkan dalam laporannya, juga memberikan rekomendasi tentang perubahan kebijakan utama yang diyakini akan meningkatkan penanaman modal di sector energi terbarukan, yang pada saat ini terhambat oleh insentif fiskal untuk energi fosil dan perluasan penggunaan batubara.

Saat ini kebijakan harga pasokan listrik dari batubara mensyaratkan harga listrik dari energi terbarukan maksimal 85 persen dari harga batubara. Dengan kata lain, dalam skema ini pengembang energi terbarukan mendapatkan 15 persen harga yang lebih rendah daripada pengembang energi fosil walaupun memproduksi energi yang sama besar.

“Jika kebijakan ini bisa diganti dengan perhitungan harga yang lebih berimbang, kita dapat melihat perkembangan pasar energi terbarukan yang lebih cepat di Indonesia,” tambah Lucky Lontoh, Associate dan Country Coordinator for Indonesia.

“Alasan utama di balik kebijakan saat ini adalah upaya pemerintah untuk mengamankan listrik yang terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebenarnya, ada peluang besar untuk mengembangkan energi terbarukan, mencapai target elektrifikasi, tanpa meningkatkan harga listrik atau menggelembungkan subsidi,” jelas Lontoh. Ia menyebut, harga batu bara saat ini tidak merefleksikan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh polusi udara dan perubahan iklim.

“Jika kita lihat tren pasar global, kita bisa melihat adanya penurunan drastis harga energi terbarukan, dan teknologi bahan bakar fosil yang cenderung stabil. Jika tren ini terus berlanjut, suatu saat batu bara akan jadi opsi yang lebih mahal daripada energi terbarukan. Kita perlu merencanakan transisi menuju energi terbarukan sejak dini adalah investasi yang baik untuk masa depan Indonesia,” timpal Gass. [*]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Neraca Perdagangan September Defisit USD 160 Juta - Gudang Berita Viral Neraca Perdagangan September Defisit USD 160 Juta
Selasa, 15 Okt 2019, 14:00:07 WIB, Dibaca : 3 Kali
Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Indramayu - Gudang Berita Viral Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Indramayu
Selasa, 15 Okt 2019, 14:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali
Masih dalam Penyembuhan Diare, Kepulangan Akila-Azila Ditunda - Gudang Berita Viral Masih dalam Penyembuhan Diare, Kepulangan Akila-Azila Ditunda
Selasa, 15 Okt 2019, 14:00:07 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print