Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 02 Agu 2019, 08:00:06 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Benarkah Wali Nikah Bisa Membatalkan Perkawinan?  - Gudang Berita Viral

ADA pertanyaan tentang wali nikah yang dapat menarik kembali kesaksiannya sehingga dapat membatalkan pernikahan. Contohnya si ayah perempuan sudah tidak suka lagi dengan menantunya. Padahal menantunya tidak keluar dari syara’, tetapi hanya mertuanya yang ribet.

Ayahnya jika sedang kesal bilang, “Saya dapat mencabut kesaksian tentang pernikahan kalian dan kalian bisa bercerai.” Ada orangtua yang selalu mengancam anaknya seperti itu. Jadi apakah pasutri itu dapat bercerai karena ayahnya tidak rida? Apakah wali nikah dapat membuat cerai pasangan yang sudah dinikahkan?

Terkait hal itu, ulama fiqih menyebutkan dua bentuk perceraian ikatan suami dan istri, yaitu talaq dan fasakh. Talaq adalah pernyataan seorang suami yang menandai putusnya ikatan suami dan istri. Sementara fasakh adalah pembatalan ikatan suami dan istri karena menyalahi hukum perkawinan.



Dari gambaran singkat pertanyaan di atas, kami pada kesempatan ini lebih mengulas fasakh daripada talak. Kami berharap penjelasan fasakh dan talak berikut ini dapat memberikan pandangan secara umum.

Para ulama menjelaskan bahwa fasakh terbagi dua, fasakh yang terjadi melalui putusan hakim dan fasakh yang terjadi tanpa melalui putusan hakim sebagaimana keterangan berikut ini:

Artinya, “Perceraian pada nikah dapat berbentuk fasakh, atau dapat berbentuk talak. Fasakh. Ada fasakh yang terjadi melalui putusan pengadilan. Tetapi ada juga fasakh yang terjadi tanpa harus melalui putusan pengadilan,” (Lihat Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, Al-Mausuatul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, [Kuwait, Darus Shafwah: 1995 M/1415 H], cetakan pertama,  juz 32 hal 137).

Disebutkan lebih lanjut bahwa sebab fasakh nikah yang bergantung pada putusan pengadilan adalah tidak sekufu, pembayaran mahar di bawah “standar”, keengganan salah seorang pasangan untuk memeluk Islam, khiyar si baligh atas pasangannya yang dikawinkan selagi keduanya kecil oleh selain ayah dan selain kakeknya menurut Mazhab Hanafi, dan khiyar si waras dari sakit gilanya atas pasangannya yang dikawinkan selagi ia gila oleh selain ayah dan selain kakeknya menurut Mazhab Hanafi.

Adapun fasakh nikah yang tidak bergantung pada putusan pengadilan adalah cacat akad pada dasarnya seperti perkawinan tanpa saksi, adanya informasi valid yang menyatakan bahwa kedua pasangan suami dan istri memiliki hubungan mushaharah, dan kemurtadan salah satu pasangan suami dan istri menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Abu Yusuf.

Sementara Mazhab Syafi’i menyebutkan bahwa tujuan perkawinan adalah kelanggengan huburngan rumah tangga yang harmonis di samping berhubungan badan. Oleh karena itu, perkawinan menutut kesehatan jasmani dan rohani.

Bila ditemukan aib yang disembunyikan oleh salah satu pihak, maka pihak lain berhak membatalkan ikatan perkawinan yang telah berlangsung. Artinya, sejumlah aib berikut ini dapat menyebabkan fasakh atau batalnya hubungan perkawinan.

Artinya, “(Seorang perempuan dipulangkan karena lima aib, yaitu gila, lepra, kusta, sumbatan daging pada lubang lubang vagina selain saluran kemih, sumbatan tulang pada lubang vagina selain saluran kemih. Seorang laki-laki dipulangkan karena lima aib, yaitu gila, lepra, kusta, kekurangan pada zakar karena terpotong, dan impoten). Tidak diragukan bahwa perkawinan dimaksudkan untuk selamanya. Tujuan utamanya adalah kenikmatan bercinta. Semua aib ini dapat menghalangi terwujudnya tujuan utama, yaitu senggama,” (Lihat Taqiyydin Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, [Surabaya, Nur Amaliyah: tanpa catatan tahun], juz II, halaman 59).

Dari keterangan ini, kita dapat menarik simpulan bahwa ancaman orangtua terkait penarikan kesaksiannya tidak tersebut dalam daftar sebab fasakh nikah. Orangtua juga tidak memiliki hak talaq karena hak talaq berada di tangan suami dalam pasangan rumah tangga anaknya.

Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa ancaman-ancaman orangtua seperti keterangan tersebut dan sejenisnya tidak dapat membatalkan ikatan rumah tangga yang sedang dijalani oleh anaknya. Namun pasangan suami dan istri ini untuk tetap bersikap baik terhadap ayahnya tersebut. Dan keduanya tidak perlu terganggu dengan ancaman ayahnya. [nuol/Alhafiz Kurniawan]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Rohingya Entitas yang Tak Pernah Ada - Gudang Berita Viral Rohingya Entitas yang Tak Pernah Ada
Senin, 19 Agu 2019, 00:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demokrat Khawatir Jika Kursi Menkominfo Dikuasai Menteri dari Parpol - Gudang Berita Viral Demokrat Khawatir Jika Kursi Menkominfo Dikuasai Menteri dari Parpol
Senin, 19 Agu 2019, 00:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Tjahjo Kumolo Pamit  - Gudang Berita Viral Tjahjo Kumolo Pamit
Senin, 19 Agu 2019, 00:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print