Rabu, 13 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 01 Nov 2019, 20:00:08 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
Bayar Kenaikan Premi BPJS Warga Miskin, Pemkot Siapkan Rp 184 Miliar - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan di Surabaya bertambah cukup banyak pada APBD 2020. Total anggaran yang akan diguyurkan mencapai Rp 184 miliar. Duit tersebut antara lain dipergunakan untuk membayar premi bagi peserta kategori penerima bantuan iuran (PBI) dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dari data yang terungkap saat pembahasan di Komisi D DPRD Surabaya kemarin (31/10), alokasi anggaran untuk jaminan kesehatan itu mencapai Rp 184.427.706.613 Jika dibandingkan dengan anggaran pada 2019 yang mencapai Rp 167 miliar, ada selisih sekitar Rp 17 miliar.



Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menuturkan, anggaran sebesar itu salah satunya disebabkan premi yang harus dibayar peserta PBI bertambah. Apabila sebelumnya Rp 23 ribu, sekarang nominalnya menjadi Rp 42 ribu untuk setiap orang.

’’Yang terpenting, dengan penambahan anggaran ini, hak-hak masyarakat yang termasuk dalam PBI tak akan terganggu. Mereka tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan,’’ ujar Khusnul setelah rapat tersebut.

PBI itu diperuntukkan salah satunya kepada mereka yang tercatat sebagai MBR. Dari pertemuan sebelumnya dengan dinas sosial, jumlah MBR tercatat 570 ribu orang atau 203 ribu keluarga. Para MBR itu tercatat dalam data yang dimiliki pemkot.

Ada pula orang-orang yang mendapat bantuan iuran dari pemkot sebagai bentuk penghargaan. Jadi, bukan karena orang tersebut berkategori MBR. Misalnya, para kader lingkungan dan takmir masjid. ’’Ada sekitar 27 ribu kelompok masyarakat khusus yang juga mendapatkan PBI,’’ imbuh Khusnul.

Dengan penambahan anggaran sebesar itu, dia berharap layanan kesehatan JKN semakin bagus. ’’Kenaikan yang besar ini semoga tetap diiringi dengan layanan,’’ ungkap Khusnul.

Sementara itu, dalam rapat dengan komisi D tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmanita menjelaskan bahwa dana kapitasi JKN itu akan diarahkan untuk langkah-langkah promotif dan preventif dalam bidang kesehatan. Dia menyebutkan, dari 60 persen dana kapitasi itu, 25 persen dipergunakan. Salah satunya untuk promosi. ’’Sosialisasi program kesehatan anak, soal stunting, dan penyakit tak menular. Kami buat leaflet yang disebarkan ke posyandu balita dan posyandu lansia,’’ jelas Feni, sapaan akrab Febria Rachmanita.

Sebelumnya, Feni juga menyebutkan bahwa yang merasa masih masuk kategori MBR bisa langsung mendaftar di kelurahan. Tim dari kelurahan dan dinas terkait akan menyurvei keluarga orang tersebut untuk memastikannya. Apabila benar-benar masuk kategori MBR, orang tersebut bisa tercatat dalam daftar PBI untuk mendapat intervensi layanan kesehatan.

Selain itu, ada fasilitas surat keterangan miskin (SKM) yang diberlakukan bagi warga miskin yang belum tercatat sebagai PBI. Salah satu syaratnya, warga tersebut harus bisa menunjukkan sebagai warga Surabaya. Tapi, SKM tersebut memiliki jangka waktu tertentu untuk masa berlakunya. ’’Kalau dia benar-benar warga tak mampu, ya nanti dimasukkan ke data MBR,’’ jelas Feni.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Surabaya Herman Dinata menyatakan, dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, nanti juga ada peningkatan layanan kesehatan. Misalnya, tidak terjadi lagi soal stok obat-obatan di rumah sakit yang kerap menipis karena tidak bisa membeli akibat utang BPJS yang belum terbayar. Alat-alat kesehatan juga akan tersedia lebih baik. 

Merasa Kemahalan, Warga Turunkan Kelas

Tatik, warga Surabaya, kemarin (31/10) mengantre di kantor BPJS Kesehatan di Jalan Raya Dharmahusada Indah Nomor 2. Di tangannya terdapat tas tenteng berisi berkas-berkas untuk mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan.

Dia mendatangi kantor tersebut untuk menurunkan kelas keanggotaan BPJS Kesehatan. Yang awalnya kelas II menjadi kelas III. Hal tersebut dilakukan menyusul kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Berdasar Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan, kebijakan kenaikan iuran dimulai pada 1 Januari 2020. Kenaikan iuran tersebut berlaku, antara lain, untuk kepesertaan mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Keluarga Tatik terdiri atas empat orang. Saat menjadi anggota BPJS Kesehatan kelas II, dia dalam sebulan mengeluarkan uang Rp 204 ribu. Jika pada 2020 keluarganya tetap menggunakan kepesertaan kelas II, biaya per bulan yang harus dikeluarkan Rp 440 ribu. ”Kalau di kelas II setiap bulannya membayar Rp 440 ribu, ya keberatan. Padahal, biasanya kami cuma menghabiskan Rp 204 ribu,” paparnya.

Oleh karena itu, dia menurunkan kelas kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi kelas III. Di kelas tersebut, setiap peserta diharuskan membayar Rp 42 ribu per bulan. ”Jadi, keluarga kami nanti membayar Rp 168 ribu tiap bulan,” ucap dia.

Dia menyayangkan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut. Sebab, kenaikannya dirasa terlalu mahal. Menurut Tatik, kenaikan tidak perlu hingga 100 persen. ”Padahal, keluarga kami tidak pernah menggunakan BPJS Kesehatan itu untuk periksa ke dokter. Anak-anak dan suami juga sehat semua. Ya, alhamdulillah sih sehat terus,” kata dia.

Alokasi Anggaran untuk Jaminan Kesehatan

– Pada APBD 2020 dianggarkan Rp 184 miliar.

– Anggaran tersebut untuk peserta JKN yang dibiayai pemkot. Termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

– Jumlah MBR 570 ribu orang atau sekitar 203 ribu keluarga (data per 26 Oktober).

– Anggaran sudah menghitung penambahan iuran, yakni dari Rp 23 ribu menjadi Rp 42 ribu per orang per bulan.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Bayar Kenaikan Premi BPJS Warga Miskin, Pemkot Siapkan Rp 184 Miliar

Tag: News



 Ribut dengan Rekan Setim, Sterling Minta Maaf  - Gudang Berita Viral Ribut dengan Rekan Setim, Sterling Minta Maaf
Rabu, 13 Nov 2019, 05:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Said Aqil : Teroris Musuh Semua Anak Bangsa  - Gudang Berita Viral Said Aqil : Teroris Musuh Semua Anak Bangsa
Rabu, 13 Nov 2019, 05:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kena Sanksi Dua Pemain Milan Absen Lawan Napoli  - Gudang Berita Viral Kena Sanksi Dua Pemain Milan Absen Lawan Napoli
Rabu, 13 Nov 2019, 04:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print