Senin, 19 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 08 Agu 2019, 22:00:02 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Basis Boomerang Dijebloskan ke Rutang Medaeng  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Surabaya - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menerima tahap dua kasus narkotika yang menjerat basis grup band Boomerang Hubert Henry Limahelu alias Henry, Kamis (8/8/2019).

Usai menjalani pemeriksaan administratif, Henry digelandang menuju mobil tahanan dan dikirim ke Rutan Medaeng Surabaya.



Dengan menggenakan baju tahanan, Pentolan Band Boomerang ini langsung digiring petugas menuju mobil tahanan dan selanjutnya dibawa ke Rumah Tahanan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo (Rutan Medaeng), namun saat menuju mobil tahanan Henry sempat menjabawab perntanyaan wartawan dengan nada bercanda.

"Mau kemana mas? ke Villa Medaeng," jawab Henry dengan bercanda.

Kepala Kejari Surabaya Anton Delianto mengatakan bahwa pihaknya mulai hari tersangka (Henry) dipindahkan penahannya dari Polrestabes Surabaya ke Rutan Medaeng.

"Pada hari ini, kami menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Satreskoba Polrestabes Surabaya. Dan yang bersangkutan ditahan 20 hari kedepan, perhari ini," kata Anton di depan awak media.

Seperti diketahui, basis grup band Boomerang Hubert Henry Limahelu alias Henry Boomerang ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di rumahnya pada Senin (17/6/2019) pukul 03.00. Ia ditetapkan tersangka atas dugaan kepemilikan ganja seberat 6,7 gram.

Penangkapan Henry ini diawali dari penangkapan bandar ganja bernama Dimas Prasetyo, warga Jl Wisma Lidah Kulon. Pengakuan tersangka Dimas yang akhirnya membuat Henry ditangkap.

Henry ditangkap usai ngeband di Grand City Mall sebelumnya. Dalam kasus ini Polisi juga mengamankan lima orang lainnya yang merupakan pemesan ganja dari sang bandar.

Atas perbuatannya, Henry dan lima orang lainnya dijerat Pasal 114 ayat 1 subs Pasal 111 ayat 1 Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun atau maksimal 15 tahun. [beritajatim]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Agustusan dan Multikulturalisme - Gudang Berita Viral Agustusan dan Multikulturalisme
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat - Gudang Berita Viral Demonstran Hongkong Sembunyikan Identitas karena Tak Ingin Dipecat
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’ - Gudang Berita Viral Kembali Jadi Host, Tukul Arwana Siap Di-bully di ‘Ini Baru Empat Mata’
Senin, 19 Agu 2019, 19:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print