Selasa, 15 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 04 Okt 2019, 16:00:05 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Baru 1 Proyek Kilang Minyak yang Masuk Konstruksi  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - PT. Pertamina (Persero) akan mengerjakan enam proyek minyak. Namun, sampai sekarang, baru satu proyek yang telah memasuki tahap konstruksi, yakni proyek perbaikan dan peningkatan (upgrading) Kilang Balikpapan.

Sementara proyek kilang lainnya masih dalam tahap negosiasi dan pembebasan lahan. Padahal proyek pembangunan kilang ini sudah direncanakan di awal Presiden Joko Widodo mejabat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar enggan berkomentar terkait lambannya proses pembangunan kilang. "Kami dorong (pembangunan kilang, red) lebih cepat," kata Arcandra, Jumat (4/1/2019).



Bahkan, di Kilang Cilacap dan Bontang, Pertamina sampai dengan detik ini belum merampungkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) yang akan mengerjakan proyek kilang ini. Padahal, mitra di dua proyek ini, yakni Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap dan Overseas Oil and Gas (OOG) LLC untuk Kilang Bontang sudah ditunjuk.

Dengan demikikan untuk Kilang Cilacap, Pertamina memperpanjang perjanjian pembentukan perusahaan patungan (join venture development agreement/JVDA). Pasalnya, Pertamina dan Saudi Aramco masih merampungkan valuasi aset yang merupakan syarat dari pembentukan perusahaan patungan.

Adapun JVDA antara Pertamina dan Saudi Aramco untuk Kilang Cilacap tersebut berakhir pada September lalu. Perpanjangan JVDA ini merupakan yang ketiga kalinya.

Selanjutnya untuk Kilang Bontang, tutur Arcandra, Pertamina dan OOG masih melakukan pembahasan untuk penyusunan JVDA. "Masih dalam membahas JV agreement seperti apa, kemudia JV company," ujar dia.

Valuasi aset merupakan satu hal yang membuat pembentukan perusahaan patungan untuk Kilang Cilacap tak kunjung mencapai kata sepakat.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang sempat menjelaskan, valuasi ini sudah beberapa kali dilakukan pihaknya. Sayangnya, hasil valuasi tidak kunjung disepakati oleh Saudi Aramco.

Terkait proses valuasi yang kini masih berjalan, disebutnya berbeda dengan yang dilakukan sebelumnya. Kali ini international financial advisor (IFA) yang melaksanakan valuasi ini dipilih bersama dengan Saudi Aramco.

Kemudian, hasil dari valuasinya akan dianggap sebagai nilai aset yang disepakati. Valuasi ini ditargetkan rampung paling lambat pertengahan Oktober ini. Proyek Kilang Cilacap ditargetkan selesai pada 2025 atau paling lambat awal 2026.

Ketika menetapkan OOG sebagai mitranya, Pertamina telah meneken frame work agreement dengan OOG yang berlaku sampai tahun ini. Pada saat itu, pembentukan perusahaan patungan memang ditargetkan selesai tahun ini.

Di saat yang sama, Pertamina juga melakukan percepatan pengerjaan Proyek Kilang Bontang, yakni dengan menggabungkan lelang paket desain rinci (front end engineering design/FEED) dan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) proyek kilang ini.[jat]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Alasan Anggaran Pembangunan Flyover di Jakarta Membengkak - Gudang Berita Viral Alasan Anggaran Pembangunan Flyover di Jakarta Membengkak
Selasa, 15 Okt 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali
Infrastruktur Penghubung jadi Prioritas Lima Tahun ke Depan - Gudang Berita Viral Infrastruktur Penghubung jadi Prioritas Lima Tahun ke Depan
Selasa, 15 Okt 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali
Realme XT dengan 64MP Quad Camera Melenggang di Indonesia 23 Oktober - Gudang Berita Viral Realme XT dengan 64MP Quad Camera Melenggang di Indonesia 23 Oktober
Selasa, 15 Okt 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print