Minggu, 18 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 02 Agu 2019, 19:00:02 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
 Bareskrim Usut Kasus Investasi Bodong GCG Asia  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Bareskrim Polri tengah mengusut kasus investasi bodong Guardian Capital Grup (GCG) Asia. Diketahui berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GCG Asia tak terdaftar dalam Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti).

Kanit lV Subdit Pajak, Asuransi dan Investasi Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri, Kompol Setyo Bimo mengatakan, modus yang dilakukan investasi GCG Asia adalah dengan mengadakan seminar-seminar di hotel mewah. Dalam seminar tersebut turut mengundang tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta penawaran bonus jika bergabung dalam investasi tersebut.

"Bonus itu bisa seperti barang-barang mewah kapal pesiar, mobil, bonus keuntungan yang akan didapatkan. itu yang membuat masyarakat tergugah dan menempatkan dananya untuk investasi," kata Bimo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2019).



Polri sudah menerima beberapa laporan yang menjadi korban dalam kasus investasi bodong ini. Para korban yang tersebar di beberapa daerah membuat pihak Bareskrim mengambil alih kasus ini.

Lebih lanjut, Bimo menuturkan bahwa korban paling banyak berasal dari wilayah Sumatera Utara. Pihaknya pun akan membentuk satgas guna mengumpulkan para korban.

"Ini kan tindak pidana materiil, kita membutuhkan laporan dari korban untuk kita tahu korbannya siapa saja dan berapa nilai kerugiannya," ucapnya.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mendalami izin pemilik investasi tersebut masuk ke Indonesia. Ia pun mengklaim sudah mengantongi beberapa nama pemilik atau pelaku dari investasi bodong ini.

Sementara itu, Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing masyarakat yang menjadi korban investasi bodong rata-rata tergiur dengan bungan besar yang ditawarkan. Jika korban sudah banyak tertipu, para pelaku yang kebanyakan orang asing akan melarikan diri ke luar negeri.

Untuk itu, ia pun mengimbau agar masyarakat untuk selalu berpedoman dengan istilah 2 L sebelum terjun ke dunia investasi. 2 L tersebut adalah legal dan logis.

"Tanyakan dulu izin dari Bappebti. Kalau tidak ada jangan diikuti. Lalu pakai logika kalau ada yang memberi bunga besar. Dengan bunga 15 persen sampai 30 persen per bulan dan ini tidak masuk akal," jelasnya.

Dari data yang ia terima, angka investigasi bodong meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2017, tercatat ada 80 investasi bodong. Tahun 2018 meningkat menjadi 108 investasi bodong dan tahun ini sebanyak 177 investasi bodong.

Ia menuturkan, informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

"Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan ataupun fintech lending ilegal, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id," ujarnya. [adc]




Sumber: inilah.com

Tag: News



Konstitusi Bisa Saja Mengikuti Perkembangan Zaman - Gudang Berita Viral Konstitusi Bisa Saja Mengikuti Perkembangan Zaman
Minggu, 18 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Mengenang Penulis Cerita Silat Legendaris Asmaraman Kho Ping Hoo (2) - Gudang Berita Viral Mengenang Penulis Cerita Silat Legendaris Asmaraman Kho Ping Hoo (2)
Minggu, 18 Agu 2019, 16:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
 #PilihXPANDERPinterBener Sambangi Yogyakarta  - Gudang Berita Viral #PilihXPANDERPinterBener Sambangi Yogyakarta
Minggu, 18 Agu 2019, 16:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print