Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 02 Sep 2019, 15:00:08 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Banyak Pengendara Belum Tahu Penutupan Yos Sudarso - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Rekayasa lalu lintas (lalin) penutupan Jalan Yos Sudarso dimulai kemarin (1/9). Dari pantauan Jawa Pos, rekayasa lalin di hari pertama itu berjalan tanpa kemacetan panjang. Beberapa pengendara pun belum sepenuhnya mengetahui penutupan Jalan Yos Sudarso.Salah satunya, saat ingin menuju Jalan Walikota Mustajab lewat Gubernur Suryo.

Sekitar pukul 10.40 WIB banyak pengendara yang tidak langsung menyeberang menuju Jalan Simpang Dukuh yang memang disiapkan pemkot untuk jalur alternatif.



Mereka bablas hingga Jalan Gubernur Suryo sisi timur di sisi kiri jalan. Mereka baru sadar ketika di ujung Jalan Gubernur Suryo ada papan pengumuman dinas perhubungan (dishub) yang menjelaskan pengalihan jalur saat Yos Sudarso ditutup.

Pengendara pun akhirnya berkelok ke Jalan Embong Tanjung menuju Jalan Kayoon. Lantas lewat Jalan Pemuda lanjut ke Jalan Plaza Boulevard yang diberlakukan satu arah menuju Jalan Ketabang Kali.

Banyaknya pengemudi yang belum tahu jalur alternatif di Jalan Simpang Dukuh membuat Jalan Pemuda padat. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan. Sementara itu, Jalan Simpang Dukuh yang menuju Jalan Ketabang Kali cenderung sepi. Dari pantauan Jawa Pos di lokasi tersebut pukul 12.24–12.59 WIB, tercatat baru ada 124 kendaraan roda dua dan empat yang melintas di Simpang Dukuh menuju Genteng Kali.

Kemarin dishub juga belum memfungsikan tembusan jalan dari Embong Wungu menuju Embong Tanjung. Hal itu terlihat dari masih terpasangnya barrier di median Jalan Panglima Sudirman. Sebelumnya, jalur tersebut dibuat untuk memecah kepadatan lalin di Basuki Rahmat yang ingin menuju Jalan Walikota Mustajab.

Salah seorang yang tampak belum paham betul rekayasa lalin itu adalah Farhul, karyawan hotel di wilayah Surabaya Pusat. Dia sebenarnya sudah diberi tahu oleh pengelola hotel terkait dengan rekayasa lalin tersebut dua minggu sebelumnya.

Tapi, setelah rekayasa lalin diterapkan kemarin, dia masih bingung karena penjelasan pengelola hotel dengan penerapan dishub berbeda. ’’Sepertinya, penjelasannya kemarin tidak seperti itu,’’ tuturnya kepada Jawa Pos..

Pengendara dari arah Jalan Pemuda berbelok ke Jalan Plaza Boulevard seiring ditutupnya Jalan Yos Sudarso, Minggu (1/9). (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Dia menyatakan, tidak ada dampak yang cukup signifikan ketika jalan tersebut ditutup. Pemuda asal Kenjeran itu mengaku baru merasakan dampaknya pada rute jalan pulang yang lebih panjang daripada biasanya. ’’Kalau biasanya langsung lewat Yos Sudarso, kini harus muter dulu lewat Jalan Sumatera,’’ jelasnya.

Hardi Subowo, driver ojek online, menyampaikan, penutupan Jalan Yos Sudarso membuat dirinya harus putar otak untuk mengantar penumpang. Karena Jalan Yos Sudarso ditutup, berarti dia harus putar jalan lebih jauh lagi. ’’Tapi, gak apa-apa. Toh demi pembangunan,’’ katanya.

Kabid Lalu Lintas Dishub Irwan Andeska menyatakan, pelaksanaan rekayasa lalin pada hari pertama kemarin berlajan lancar. Belum ada kepadatan lalu lintas di beberapa titik yang diprediksi menimbulkan kemacetan.

Masih lengangnya lalin itu juga mendasari dishub belum memfungsikan jalan tembusan Embong Wungu–Embong Tanjung. Kemarin petugas sebenarnya sempat membuka barrier tersebut. Namun, karena lalin tidak padat, jalur itu belum difungsikan. ’’Kalau besok (hari ini, Red) padat, maka akan difungsikan,’’ jelasnya.

Irwan memprediksi, hari ini arus lalin di beberapa titik akan mengalami kepadatan. Sebab, rekayasa lalin masih tergolong baru dan hari ini merupakan hari pertama masuk kerja. ’’Untuk itu, kami siapkan tim full menjaga di beberapa titik,’’ ujarnya.

Hari ini juga akan menjadi awal evaluasi rekayasa lalin yang diterapkan dishub. Jika pada pagi hari terjadi kemacetan, tim akan langsung melakukan evaluasi. ’’Termasuk untuk mencarikan alternatif lain agar saat jam pulang kerja dan hari berikutnya tidak terjadi kemacetan,’’ terangnya.

Irwan pun menyarankan pengendara untuk bisa memilih alternatif jalur lain agar tidak terjadi penumpukan di jalan-jalan rekayasa. Salah satunya, memutar untuk menghindari zona penerapan lalu lintas.

Misalnya, dari selatan untuk menuju Balai Kota. Dari Jalan Sumatera, pengendara tidak harus lewat jalan Pemuda. Tapi bisa lanjut ke Jalan Kusuma Bangsa kemudian mengarah ke Balai Kota.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik  - Gudang Berita Viral Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA  - Gudang Berita Viral Kerja Keras PHE Tangani Minyak Bocor di Sumur YYA
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan  - Gudang Berita Viral Ngamuk, Higuain Tendang Pelatih dan Papan Iklan
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:04 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print