Minggu, 25 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 11:00:07 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
Bantah Keluarkan Edaran, Dishub Beberkan Kriteria Jalan Perluasan Gage - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Beredar sebuah edaran terkait informasi ganjil genap (gage) terbaru sebagai tindak lanjut Intruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara di DKI Jakarta. Dalam edaran itu ada 29 ruas jalan yang masuk dalam perluasan gage.

Berikut ruas jalan dalam edaran yang disebut akan terkena perluasan gage: 1. Jalan Medan Merdeka Barat, 2. Jalan M.H. Thamrin, 3. Jalan Jenderal Sudirman, 4. Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan KS. Tubun), 5. Jalan Gatot Subroto, 6. Jalan Jenderal M.T. Haryono, 7. Jalan Jenderal D.I. Panjaitan, 8. Jalan Jenderal Ahmad Yani, 9. Jalan H.R. Rasuna Said, 10. Jalan Tomang Raya, 11. Jalan Kyai Caringin, 12. Jalan Balikpapan, 13. Jalan Suryopranoto, 14. Jalan Majapahit, 15. Jalan Hayam Wuruk, 16. Jalan Gajah Mada, 17. Jalan Pintu Besar Selatan, 18. Jalan Pramuka, 19. Jalan Salemba Raya, 20. Jalan Kramat Raya, 21. Jalan Senen Raya, 22. Jalan Gn. Sahari, 23. Jalan Matraman Dalam, 24. Jalan Tambak, 25. Jalan Sultan Agung, 26. Jalan Galunggung, 27. Jalan Sisingamangaraja, 28. Jalan Panglima Polim, dan 29. Jalan Fatmawati s.d. simpang Jl. T.B. Simatupang.



Dalam edaran itu juga disebutkan sosialisasi gage dilakukan pada 5-31 Agustus. Kemudian untuk perberlakuan dan penindakan bagi pelanggarnya dimulai pada 2 September. Sedangkan waktu pelaksanaan gage pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 setiap Senin-Jumat.

Saat dimintai keterangannya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan edaran tersebut. Saat ini, perluasan gage masih dalam pembahasan. Target Gubernur memang pekan ini bisa diumumkan, namun semuanya masih dalam pengkajian.

“Tidak ada edaran itu,” ujar Syafrin saat dihubungi gudangberitaviral.com, Selas (6/8).

Di sisi lain, Syafrin hanya menjelaskan kriterian ruas jalan yang akan menjadi target perluasan gage. Hal itu berpatokan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang manajemen dan rekayasa lalu lintas. “Pertama, visi rasionya sudah jenuh yakni di atas 0,7. Visi rasio yang dimaksud adalah perbandingan antara kapasitas dan volume lalu lintas,” terangnya.

Jalan Sudirman-Thamrin saat ganjil genap. ((Dery Ridwansah/gudangberitaviral.com)

Diketahui, visi rasio lalu lintas memiliki skala 0-1. Angka 1 berarti jenuh dengan kondisi lalu lintas padat. Kriteria kedua yakni menyasar jalanan padat kendaraan yang mengakibatkan pelambatan kecepatan. “Kecepatan rata-rata kendaraan di bawah 30 kilometer per jam,” imbuhnya.

Kriteria kedua tersebut mendapat perhatian khusus Dishub. Mengingat hampir diseluruh ruas jalan ibu kota pada jam sibuk terjadi kepadatan kendaraan. Oleh karena itu, ada pertimbangan ketiga yakni ketersediaan angkutan umum. Dari situ baru bisa diputuskan ruas jalan tersebut masuk perluasan gage atau tidak.

“Di jaringan jalan tersebut sudah ada angkutan umum yang melayani masyarakat, contohnya sudah ada MRT, LRT, Transjakarta, dan Jak Lingko,” pungkas Syafrin.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Ada Kolam Berendam Air Panas di Ruang Ganti Pemain Stadion Manahan - Gudang Berita Viral Ada Kolam Berendam Air Panas di Ruang Ganti Pemain Stadion Manahan
Minggu, 25 Agu 2019, 21:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Kawasan Kerajaan Islam Bubohu - Gudang Berita Viral MPR Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Kawasan Kerajaan Islam Bubohu
Minggu, 25 Agu 2019, 21:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Untuk Kali Pertama dalam Sejarah, Australia Menghajar Amerika Serikat - Gudang Berita Viral Untuk Kali Pertama dalam Sejarah, Australia Menghajar Amerika Serikat
Minggu, 25 Agu 2019, 21:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print