Selasa, 24 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 06 Sep 2019, 17:00:11 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
Bandara Diselimuti Kabut Asap, Maskapai Mulai Waswas - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Kabut asap mulai menebal. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini bahkan sudah mulai menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), sejak Kamis (5/9) pagi.

Padahal, jauh-jauh hari satuan tugas (satgas) karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel sudah fokus mengamankan wilayah bandara dari kabut asap. Sejauh ini, upaya itu tidak berhasil.



Dari pantauan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara cukup tebal. Namun, akitivitas penerbangan tampaknya belum terganggu. Sejumlah pesawat terlihat masih beroperasi.

Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra mengatakan, kabut asap tidak mengganggu penerbangan karena jarak pandang masih aman. “Visibility masih 7 kilometer. Jadi aman untuk terbang,” katanya sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (6/9).

Dia mengungkapkan, jarak pandang dianggap kurang aman untuk aktivitas penerbangan jika di bawah 500 meter. “Jadi kalau masih aman, pesawat tetap terbang. Tanpa ada delay,” sambungnya.

Meski belum mengganggu penerbangan, sejumlah maskapai mengaku mulai waswas dengan munculnya kabut asap di sekitaran bandara. Mereka khawatir pada hari-hari berikutnya kabut semakin tebal hingga membuat penerbangan terganggu. “Semoga saja kabut tidak tambah pekat yang mengakibatkan jarak pandang tertutup,” ujar AM Lion Air Banjarmasin Agung Purnama.

Menurutnya, jika kabut semakin pekat dan menutup jarak pandang, maka jadwal penerbangan pasti terganggu. “Kalau jarak pandang tidak aman, pesawat akan delay sampai jarak pandang memenuhi standar. Nah, itu akan membuat jadwal penerbangan berubah,” ujarnya.

Pihak maskapai selalu memastikan bahwa jarak pandang harus aman setiap kali penerbangan. “Untuk tipe pesawat B 737 800/900 yang kami gunakan, jarak pandang aman minimal 2 kilometer. Kalau kurang dari itu, kami tidak berani mengambil risiko untuk terbang,” bebernya.

BPBD Kalsel sebenarnya telah mengatur strategi untuk mengamankan kawasan Bandara Syamsudin Noor dari kabut asap. Pengamanan sudah dilakukan total. “Semua satgas darat yang sebelumnya ditempatkan di Batola, Tanah Laut, dan Banjar sekarang kami tarik untuk ikut mengamankan di kawasan bandara,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin.

Namun hal ini tak maksimal karena ada sejumlah titik api yang belum bisa dipadamkan. “Titik api masih ada di daerah rawa gambut di sekitaran Jalan Kasturi, Golf Ujung, dan Gubernur Syarkawi. Untuk itu, satgas darat kami kumpulkan untuk memadamkannya dengan cara disuntik sampai ke dalam. Sebab, menggunakan heli hanya memadamkan api di permukaan,” jelasnya.

Di samping berupaya melakukan pemadaman, dia menyampaikan, satgas dan sub satgas bantuan dari pusat juga semakin aktif melakukan patroli. “Dengan patroli ke titik rawan api, saya kira masyarakat akan takut membakar lahan, dan ini sudah dicontohkan Paman Birin (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) yang juga sering patroli,” paparnya.

Bagikan 1.000 Masker

Ancaman kesehatan akibat kabut asap mulai menghantui warga Kalsel. Dinas Kesehatan setempat pun telah menyiapkan 1.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Selain masker, makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak-anak juga disiapkan,” beber Kadinkes Kalsel Muslim yang mengatakan ribuan masker dibagikan di kawasan Banjarbaru dan Tanah Laut.

Selain masker dan makanan tambahan, Dinkes juga menyiapkan petugas yang siap turun ke daerah untuk melihat potensi ISPA. “Petugas kami akan datang ketika masyarakat terpapar,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, IBG Dharma Putra menyebut hingga saat ini kabut asap belum terlalu berdampak terhadap pasien rumah sakit. “Tahun ini lumayan kecil durasi kabut asap. Tak ada klien kami yang terpapar,” sebut Dharma.

RSJD Sambang Lihum berada di kawasan rawa di perbatasan Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Dharma mengatakan, pihaknya mengantisipasi dampak kabut asap dengan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada waktu tertentu. “Untungnya saat ini kabut asap datangnya sebentar-sebentar saja,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin menambahkan, pihaknya memiliki persediaan yang cukup untuk kebutuhan masker. Tapi dia berharap semoga tidak sampai terlalu parah. “Semoga saja secepatnya hujan segera turun. Menurut prediksi, 10 hari ke depan terjadi puncak panas,” sebut Wahyuddin.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



ICW: Komitmen Pemberantasan Korupsi Jokowi Dipertanyakan - Gudang Berita Viral ICW: Komitmen Pemberantasan Korupsi Jokowi Dipertanyakan
Selasa, 24 Sep 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
14 Konsesi Perusahaan Malaysia dan Singapura Disegel Terkait Karhutla - Gudang Berita Viral 14 Konsesi Perusahaan Malaysia dan Singapura Disegel Terkait Karhutla
Selasa, 24 Sep 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ada Isu Ernesto Valverde Sudah Kehilangan Kendali Ruang Ganti - Gudang Berita Viral Ada Isu Ernesto Valverde Sudah Kehilangan Kendali Ruang Ganti
Selasa, 24 Sep 2019, 15:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print