Selasa, 20 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 12 Agu 2019, 18:00:07 WIB, 3 View Tim Redaksi, Kategori : News
Bambang Brodjonegoro Kecewa, Belanja Daerah Kurang Berkualitas - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk DAU pada APBN 2018 lalu telah mencapai Rp 401.5 triliun.

Belum maksimalnya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal-II 2019 menjadi evaluasi pemerintah. Sedianya pemerintah berharap ekonomi juga digenjot dari aktivitas daerah.



Misalnya saja, efektifnya penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dari transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Pada tahun lalu, pemerintah menggelontorkan hingga Rp 401,5 triliun untuk DAU.

Sayangnya, belanja daerah dinilai masih kurang produktif dan kurang berkualitas. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyayangkan, banyak pemerintah daerah (pemda) yang justru menggunakan DAU untuk belanja rutin seperti belanja pegawai.

“Saya tahu persis DAU itu harapannya untuk kegiatan daerah, bukan hanya kegiatan rutin. Idealnya satu paket program untuk daerah, prioritas kegiatannya. Tapi, kadang daerah juga pinter akalnya, dia baca DAU untuk kebutuhan rutin untuk pegawai,” kata Bambang dalam kegiatan seminar di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (12/8).

Padahal, kata Bambang, seharusnya DAU digunakan untuk pembangunan ekonomi dalam berbagai bentuk. Entah pembangunan irigasi, pembangunan jalan, ataupun program prioritas pemerintah daerah lainnya. Yang terpenting, pembangunan tersebut bisa berdampak langsung terhadap makro ekonomi Indonesia.

“Kalau DAU masih terikat belanja pegawai itu susah. Kalau belanja modalnya untuk membeli alat kantor, perbaikan gedung, dan beli mobil dinas, beli komputer itu sama sekali tidak ada urusannya dengan belanja berkualitas. Kita harus lebih hati-hati dan cermat,” terangnya.

Berdasarkan kajian Bappenas, belanja Kementerian/Lembaga pemerintah pusat atau pemerintah daerah masih belum efektif mendongkel pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal harapannya, 11 persen belanja K/L dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,66 persen. Namun kenyataanya, hanya mampu mengerek 0,24 persen saja (Kajian Belanja Negara 2017-2018).

“Berarti selisihnya 0,42 persen itu adalah belanja yang belum tepat sasaran, belanja yang belum mempunyai efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Artinya, setiap rupiah yang dibelanjakan harus punya dampak efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



2 Jaksa Jadi Tersangka Terkait Dugaan Suap Proyek Dinas PU Jogjakarta - Gudang Berita Viral 2 Jaksa Jadi Tersangka Terkait Dugaan Suap Proyek Dinas PU Jogjakarta
Selasa, 20 Agu 2019, 20:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Buick Rilis Seri Enclave untuk Pasar Tiongkok, Ukuran Lebih Kecil - Gudang Berita Viral Buick Rilis Seri Enclave untuk Pasar Tiongkok, Ukuran Lebih Kecil
Selasa, 20 Agu 2019, 20:00:05 WIB, Dibaca : 1 Kali
Siaga Demo Hongkongers, Mandala Purba Sisihkan Hobi Golf - Gudang Berita Viral Siaga Demo Hongkongers, Mandala Purba Sisihkan Hobi Golf
Selasa, 20 Agu 2019, 20:00:05 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print