Senin, 23 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Senin, 09 Sep 2019, 21:00:08 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
AS Batalkan Pembicaraan Soal Kesepakatan Damai, Taliban: Mereka Rugi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Taliban kecewa dengan sikap Amerika Serikat (AS) yang membatalkan pembicaraan soal perundingan damai. Taliban lantas menyebut AS menjadi pihak yang paling rugi dalam usaha mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, salah satu kelompok yang merupakan bagian dari Taliban mengklaim semua berjalan baik sampai jelang pembicaraan. Namun, Presiden AS, Donald Trump, menulis serangkaian tweet pada Sabtu (7/9) malam waktu AS. Trump membatalkan pertemuan rahasia di kamp David dan mundur hingga watu yang belum ditentukan.



Trump mengatakan keputusan tersebut dia buat setelah Taliban mengakui berada di balik serangan terbaru di Afghanistan dan menewaskan seorang prajurit AS.

Usut punya usut, Trump telah melakukan langkah tak terduga. Dia telah mengatur untuk bertemu dengan para pemimpin senior Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di rumah retret Maryland.

Pertemuan itu sendiri disebut akan terpisah. Artinya, Taliban hanya akan bertemu dengan pihak AS. Kemudian AS bertemu pemerintah Afghanistan. Maklum saja, Taliban menolak untuk berbicara langsung dengan pemerintah Afghanistan. Mereka bersikeras bahwa Afghanistan merupakan negara boneka AS.

Hal itu tak lepas dari sejarah pada 2001 silam. AS menginvasi Afghanistan dan menggulingkan pemerintah Taliban karena para militan telah memberikan akses ke jaringan al-Qaeda untuk merencanakan serangan terhadap AS pada 11 September 2001.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, seperti dilansir BBC, pada Minggu (8/9) waktu setempat menegaskan AS berniat untuk menjadi tuan rumah pembicaraan kesepakatan damai dengan Taliban, beberapa hari sebelum peringatan serangan teror yang terjadi di AS pada 11 September 2001 silam. Pompeo mengatakan kamp David dipilih karena sebelumnya sulit untuk membicarakan kesepakatan damai. “Hampir selalu demikian sebelumnya bahwa Anda tidak bisa bernegosiasi dengan orang baik,” sebut Pompeo.

Sejauh ini pembicaraan kesepakatan damai antara AS dan perwakilan Taliban telah dilakukan sebanyak 9 kali dan semuanya berlangsung di Doha, Qatar. Pada 3 September, perwakilan AS mengumumkan kesepakatan damai telah mencapai prinsip dari masing-masing pihak. Sebagai bagian dari kesepakatan yang diusulkan, AS akan menarik 5.400 tentara dalam waktu 20 minggu. Sebagai gantinya, Taliban menjamin bahwa Afghanistan tidak akan digunakan lagi sebagai pangkalan terorisme. Sekadar info, saat ini AS memiliki sekitar 14.000 tentara yang ditempatkan di Afghanistan.

Terkait pembatalan yang dilakukan pihak AS, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menuduh AS kurang memiliki kedewasaan dan pengalaman. Hanya karena sebuah insiden yang menewaskan satu tentaranya, AS menarik diri dari perundingan.

Mujahid juga mengatakan bahwa Taliban dan pemerintah Afghanistan sebenarnya telah setuju untuk melakukan pembicaraan pada 23 September. Namun, pemerintah Afghanistan belum mengonfirmasi hal tersebut. Dalam sebuah konferensi pers di Kabul, juru bicara Presiden Ghani, Sediq Sediqqi, hanya mengulangi keinginan lama untuk negosiasi langsung dengan Taliban. Namun, kapan waktunya tidak disebutkan.

Pembatalan itu ditengarai karena adanya insiden bom mobil di Kabul yang dilakukan oleh Taliban. Insiden itu menewaskan 12 orang, termasuk seorang prajurit AS. Seorang prajurit Rumania yang mengemban misi yang dipimpin NATO juga terbunuh.

Warga Kabul sendiri mempertanyakan mengapa kematian seorang tentara AS harus mengacaukan prospek perdamaian. “Orang-orang Afghanistan telah kehilangan kehidupan indah selama bertahun-tahun. Apakah darah mereka tidak berharga?” tanya seorang pemilik toko kelontong yang tak mau disebutkan namanya seperti dilansir BBC.

Sejak utusan AS Zalmay Khalilzad tiba di Kabul seminggu yang lalu dan mengabarkan bahwa secara prinsip kesepakatan damai telah terjadi, justru hampir setiap hari terjadi serangan Taliban. Hal itu jelas membuat kemarahan di pihak Afghanistan dan AS. Taliban mengatakan mereka menargetkan pasukan asing. Tapi, faktanya warga sipil Afghanistan menderita.

Trump sendiri selama kampanye pemilihan presiden 2016 berjanji akan mengakhiri perang AS di Afghanistan. Trump bermaksud mengurangi jumlah pasukan AS di Afghanistan menjadi 8.600 saja. Namun, langkah Trump tersebut justru membuat publik AS khawatir. Penarikan penuh pasukan AS diklaim akan membuat kondisi Afghanistan tidak stabil dan rentan terhadap kelompok-kelompok militan yang memanfaatkannya sebagai pangkalan untuk menyerang negara-negara Barat.

Militan Taliban sekarang menguasai lebih banyak wilayah di Afghanistan sejak invasi AS 2001. Mereka bersikeras bahwa mereka tidak akan berbicara secara resmi dengan pemerintah Afghanistan.

Sebagian besar warga Afghanistan khawatir hak-hak dan kebebasan mereka terkikis andai Taliban kembali berkuasa. Para militan disebut menegakkan hukum agama yang ketat dan memperlakukan wanita secara brutal selama pemerintahan mereka dari 1996 hingga 2001.

Konflik di Afghanistan sendiri seperti dilansir BBC telah menewaskan hampir 3.500 anggota pasukan koalisi internasional sejak invasi pada 2001. Dari jumlah itu, lebih dari 2.300 di antaranya adalah tentara AS. Dalam laporan PBB pada Februari 2019, mereka mengatakan bahwa lebih dari 32.000 warga sipil Afghanistan tewas. Sementara Institut Watson di Universitas Brown mengatakan 58.000 personel keamanan Afghanistan dan 42.000 pejuang oposisi telah tewas.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Borong 3 Penghargaan Emmy Awards 2019, Chernobyl Banjir Pujian - Gudang Berita Viral Borong 3 Penghargaan Emmy Awards 2019, Chernobyl Banjir Pujian
Senin, 23 Sep 2019, 20:00:16 WIB, Dibaca : 0 Kali
Warga Surabaya Tak Tahu Anggota Dewan Sudah Dilantik - Gudang Berita Viral Warga Surabaya Tak Tahu Anggota Dewan Sudah Dilantik
Senin, 23 Sep 2019, 20:00:16 WIB, Dibaca : 0 Kali
Demontrasi Penolakan UU KPK dan RKUHP Bergema di Sejumlah Daerah - Gudang Berita Viral Demontrasi Penolakan UU KPK dan RKUHP Bergema di Sejumlah Daerah
Senin, 23 Sep 2019, 20:00:16 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print