Kamis, 14 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Jumat, 25 Okt 2019, 17:00:07 WIB, 8 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Apindo Sayangkan Jokowi Pilih Wamen dari Parpol  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono menilai, wakil menteri tidak terlalu penting. Apalagi kalau berasal dari kader parpol.

Justru, lanjut Iwantono, keberadaan wamen bakal menambah rantai birokrasi dan anggaran. Padahal, menteri memiliki sejumlah direktur jenderal atau deputi menteri. "Untuk pengangkatan Wamen sejujurnya saya mengatakan tidak perlu-perlu banget. Kan sudah ada deputi menteri dan juga dirjen. Tetapi kalau suatu kementerian begitu besar, urusannya rumit dan menterinya belum pengalaman masih perlu belajar mungkin di situ diperlukan," kata Iwantono di Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Pernyataan Iwantono ini menanggapi pengangkatan 12 wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju (KIM) di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (25/10/2019). "Padahal dua hal itu (bengkaknya birokrasi dan anggaran), justru harus dihindarkan. Kita kesulitan keuangan, penerimaan negara minim. Jadi hindarkan pengeluaran tidak perlu. Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) juga terus mengumandangkan deregulasi dan debirokratisasi," katanya.



Kalaupun terpaksa harus ada Wamen, katanya, jumlahnya sebaiknya seminim mungkin, dan kriterianya mereka adalah orang yang kompeten dan sangat pengalaman dalam segi teknis.

Ia mengatakan, Wamen diperlukan jika menterinya memang masih baru dalam birokrasi, dan minim pengalaman teknis yang berkaitan dengan kementerian yang dipimpinnya.

Iwantono bilang, Presiden Jokowi seharusnya seharusnya menunjuk figur yang memiliki keahlian teknis dan berpengalaman dari internal kementerian yang bersangkutan. Jika wamen berasal dari kader parpol, dikhawatirkan menterinya lebih sibuk menangani tekanan politik, jika keduanya tidak sinkron. "Wamen sebaiknya dihindarkan dari partai," katanya.

Ia mengatakan, fungsi Wamen komplementer dengan menterinya, sesuatu yang tidak dimiliki oleh menterinya berkaitan dengan pekerjaan teknis, bisa didukung oleh wamen. Wamen bukan dimaksudkan untuk membangun komunikasi politik dengan partai-partai. Apalagi jika menterinya sudah berasal dari partai politik, untuk apa lagi wamen dari partai politik.

Pertimbangan lain, di kementerian ada deputi menteri dan ada dirjen. "Kalau Wamen ada, apalagi lebih dari satu, deputi menteri dan dirjen-dirjen kerja apa?" katanya.

Keberadaan Wamen, katan​ya, bisa-bisa menimbulkan disharmoni dalam birokrasi. "Jangan lupa kementerian yang sudah sangat tua seperti Kementerian Pendidikan, budaya birokrasinya sudah sangat terbentuk sangat kental. Sehingga kalau terjadi friksi, maka roda organisasi menjadi sangat lambat atau bahkan mandeg. Dan itu merugikan pemerintahan Jokowi dan kita semua," katanya.[tar]




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Apindo Sayangkan Jokowi Pilih Wamen dari Parpol

Tag: News



Mahfud MD: Itu kan Pilihan Politik Presiden, Terserah - Gudang Berita Viral Mahfud MD: Itu kan Pilihan Politik Presiden, Terserah
Kamis, 14 Nov 2019, 16:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Penjelasan Calon Hakim Agung Artha Theresia Punya Harta Rp 43 Miliar - Gudang Berita Viral Penjelasan Calon Hakim Agung Artha Theresia Punya Harta Rp 43 Miliar
Kamis, 14 Nov 2019, 16:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
Mahfud MD: Menunggu JR atau Tidak, Perppu KPK ya Terserah Presiden - Gudang Berita Viral Mahfud MD: Menunggu JR atau Tidak, Perppu KPK ya Terserah Presiden
Kamis, 14 Nov 2019, 16:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print