Rabu, 20 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 31 Okt 2019, 15:00:08 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : Bisnis
 Analis Sebut Harga Gas Industri Sudah Layak Naik  - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com, Jakarta - Direktur Energy Watch, Mamit Setiawan meminta Kadin bisa lebih bijak dan dewasa dalam menanggapi rencana kenaikan harga gas industri.

"Kenaikan harga gas industri itu wajar, karena beban badan usaha hilir gas, sudah cukup berat. Toh, harga gas di hulu sudah naik juga. Ingat, harga gas industri kita lebih murah ketimbang gas rumah tangga lho," kata Mamit di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Dikatakan, beban harga gas dan pembangunan infrastruktur jaringan gas, harga gas bumi hilir, merupakan harga agregasi. Yakni dari berbagai harga pasokan gas bumi. Serta biaya infrastruktur penyaluran gas bumi dari lokasi produsen sampai ke konsumen akhir. Di mana, 71% dari harga gas hilir berasal dari harga gas hulu.



Mamit menambahkan, saat ini, harga gas industri di Singapura jauh lebih mahal ketimbang Indonesia. Sehingga wajar apabila harga gas untuk industri saat ini, naik. "Gas industri hanya 4.000 meter-persegi. Sementara harga gas rumah tangga, kira-kira 6.000 meter-persegi. Jadi, rasanya tidak adil," tegasnya.

Masih kata Mamit, kini, laba badan usaha hilir gas cukup tergerus. Karena, sudah 7 tahun itidak merasakan kenaikan harga gas untuk industri. Apalagi, badan usaha hilir gas harus memperhitungkan pembangungan infrastruktur jaringan gas yang tidak murah. Apalagi, badan usaha hilir gas harus menjangkau daerah yang sulit. Artinya, investasi cukup mahal, termasuk biaya perawatan dan pemeliharaannya. Untuk seluruh investasi dari badan usaha hilir gas, perlu waktu lama untuk Break Event Point (BEP).

Pengamat Migas dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menganggap kenaikan harga gas untuk industri, sudah waktunya. Kenaikan harga jual gas sesuai dengan Permen ESDM No 58 Tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Melalui Pipa Pada Kegiataan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Berdasarkan beleid tersebut, formula penetapan harga gas bumi adalah harga jual gas bumi hilir sama dengan harga gas bumi ditambah biaya pengelolaan infrastruktur ditambah biaya niaga.

"Komponen pembentuk harga gas bumi dari badan usaha hilir gas, didominasi harga gas hulu sebesar 70%. Sedangkan, biaya pengelolaan infrastruktur dan biaya niaga, hanya 30% dari struktur harga jual hilir," ungkap Fahmi, Rabu, (30/10/2019).

Biaya pengelolaan infrastruktur merupakan biaya untuk mengantarkan gas dari sumber ke lokasi end user. Meliputi, biaya pengangkutan gas bumi melalui pipa transmisi dan distribusi, maupun infrastruktur gas pendukung.

Seperti infrastruktur pencairan, kompresi, regasifikasi maupun penyimpanan LNG/CNG. Di mana, biaya niaga meliputi biaya yang dikeluarkan PT PGN (Persero) Tbk untuk kegiatan niaga. Yang terdirid dari biaya pengelolaan komoditas (SBLC), biaya pengelolaan konsumen, biaya pemasaran, biaya risiko, dan margin niaga 7%.

Dalam enam tahun terakhir, atau sejak 2013, PGN tidak pernah menaikkan harga jual gasnya hingga saat ini. Bahkan ketika harga minyak dunia naik, PT Badak NGL menaikkan harga gas demi mendukung kebijakan pemerintah agar harga gas domestik tetap kompetitif.

"Kenaikan harga gas bumi itu memang akan menaikkan harga pokok produksi bagi produk dihasilkan yang menggunakan bahan baku gas. Namun, seiring dengan kenaikkan harga gas itu, peningkatan layanan akan semakin meningkat," paparnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, peningkatan layanan  berupa inspeksi pipa dan instalasi gas milik pelanggan, peningkatan kualitas terkait monitoring system alat ukur dan fasilitas penunjangnya.

"Selain itu, keberlanjutan pembangunan infrastruktur gas bumi akan tetap berlangsung sehingga dapat mencapai efisiensi, yang pada saatnya dapat menurunkan harga jual gas bumi ke pelanggan," terangnya.

Berdasarakan penjabaran ini, Fahmy beranggapan kenaikan harga gas bumi sesuai dengan Perpres No 40/2016 dan Permen ESDM 58/2017. Selain meningkatkan pelayanan, kenaikan harga gas juga untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pipa hingga mencapai kematangan, yang dapat menghubungkan dari hulu sumber gas hingga ke konsumen akhir. [tar]
    
    
   




Sumber: inilah.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, Analis Sebut Harga Gas Industri Sudah Layak Naik

Tag: News



 Inilah Pemicu Kebuntuan Negosiasi AS-China  - Gudang Berita Viral Inilah Pemicu Kebuntuan Negosiasi AS-China
Rabu, 20 Nov 2019, 01:00:08 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Bjb Raih 2 Penghargaan Mitra Pembangunan Jabar  - Gudang Berita Viral Bjb Raih 2 Penghargaan Mitra Pembangunan Jabar
Rabu, 20 Nov 2019, 01:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Mentan Syahrul Tinjau Rumah Prosesing Sarang Walet  - Gudang Berita Viral Mentan Syahrul Tinjau Rumah Prosesing Sarang Walet
Rabu, 20 Nov 2019, 01:00:07 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print