Kamis, 19 September 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 05 Sep 2019, 19:00:06 WIB, 2 View Tim Redaksi, Kategori : News
Ahsan Tak Bisa Tidur, Herry IP Kehilangan Dompet dan Paspor - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com-Setelah kekalahan pasangan nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada babak kedua di World Championships 2019 di Basel, Swiss, Mohammad Ahsan mengaku tidak bisa tidur.
Sebab, sebagai ganda putra nomor dua dunia, dia dan Hendra Setiawan merasa memiliki tanggung jawab sangat besar.

Beban juara dunia seketika berada di pundak mereka.



“Saya tidak bisa tidur, waktu Kevin/Marcus kalah, ‘pisaunya’ Indonesia sudah mulai tumpul. Sebenarnya nggak mau terlalu saya pikirkan. Tapi setiap mau tidur, kepikiran lawan terus. Kepikiran juga mau juara, mungkin kami ada kans,” ujar Ahsan pada acara penyerahan bonus kejuaraan dunia dari Djarum Foundation dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

Sementara itu, sang pelatih Herry Iman Pierngadi juga sempat mengalami masalah. Pria yang dijuluki Pelatih Naga Api tersebut kehilangan paspor dan dompetnya di Basel.

Dia bahkan sudah meminta Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI yang juga manajer tim Susy Susanti untuk menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia agar membantu permasalahan paspornya. Sehingga dia bisa kembali tepat waktu ke Indonesia bersama tim.

“Ternyata ketinggalannya di supermarket. Waktu kembali lagi, saat itu hari perempat final. Ternyata ketemu semua lengkap. Dompetnya masih ada dan isinya pun utuh. Saat itu saya merasa rezekinya mulai dibuka. Rasanya final itu adalah kemenangan kedua, yang pertama ya ini, waktu paspor dan dompet saya ditemukan,” ujar Herry lantas tertawa.

Herry IP mendampingi Hendra/Ahsan pada final Kejuaraan Dunia 2019 bersama Aryono Miranat. Mereka mendapatkan bonus dari Djarum Foundation berupa kupon Yuzu senilai Rp 100 juta. Sedangkan Ahsan diberi bonus senilai Rp 500 juta plus voucher Yuzu senilai Rp 50 juta.

Kesuksesan menjadi juara dunia 2019 membuat Hendra dan Ahsan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PBSI. Sebab induk olahraga bulu tangkis itu telah memberikan dukungan yang sangat besar. Yang paling berharga adalah memperbolehkan mereka berlatih di Pelatnas Cipayung.

Hendra/Ahsan memang memutuskan untuk menjadi pemain profesional. Namun mereka masih boleh berlatih di pelatnas dan dibesut oleh tim pelatih yang dikomandani Herry IP. “Kami mau berterima kasih kepada PBSI, selama ini kami diizinkan latihan di PBSI,” kata Hendra.

“Kami pemain pro tapi tetap disupport oleh PBSI. Pastinya senang, nggak semua pemain dapat kesempatan seperti itu. Kami sebenarnya masih latihan di pelatnas, tapi statusnya saja yang beda. Pelatih masih sama, makan tidur di sana, kami bersyukur lah. Mungkin kalau kami benar-benar pro, pasti agak turun, soalnya dari segi sparring dan latihan pasti berpengaruh,” jelas Ahsan dalam rilis PP PBSI.

Hendra dan Ahsan mengatakan bahwa mereka dan PBSI saling bahu-membahu untuk kemajuan bulu tangkis Indonesia khususnya tim ganda putra. Sebagai pemain senior dengan banyak prestasi dan kaya pengalaman, mereka sangat dihormati oleh para penghuni pelatnas yang sebagian besar pemain muda.

“Waktu saya berpasangan dengan Bona (Septano), senior-senior kami seperti Hendra Setiawan/Markis Kido, Alvent Yulianto Chandra/Luluk Hadianto keluar dari pelatnas. Jadi berasa buat kami. Nggak ada yang ‘narik’. Kami belum matang tapi sudah harus jadi ujung tombak, jadinya malah terombang-ambing,” ujar Ahsan.

Saat ini di pelatnas, Hendra/Ahsan tengah berupaya untuk membimbing para junior mereka demi terus tersambungnya rantai prestasi di ganda putra. Termasuk dalam komunikasi dan situasi yang kondusif di dalam tim.

“Jadi sekarang kami juga mau ‘narik’ pemain-pemain muda. Dari segi kami, kami juga butuh mereka untuk sparring kami,” kata Ahsan.

“Namanya atlet, nggak bisa main sendiri. Mungkin sehebat-hebatnya Kevin/Marcus, kalau nggak ada siapa-siapa, mereka mau sparring sama siapa? Nggak bisa juga. Saya juga dulu begitu, kalau nggak ada siapa-siapa yang bantu ya nggak bisa juga. Jadi memang kami di ganda putra saling support, yang paling penting itu saling membantu,” lanjutnya.

Saat menjadi pemain junior, tambah Ahsan, dia banyak dibantu oleh senior-seniornya di ganda putra. Sekarang setelah menjadi senior, dia juga ingin membantu juniornya.

Ahsan pun membeberkan bahwa pemain ganda putra Indonesia memiliki sebuah identitas permainan yang menjadi ciri khas.

“Ganda putra Indonesia punya karakter sendiri, punya pola main sendiri, karakternya beda dari yang lain. Karakter ini yang dibentuk sama pelatih dan ini menjadi ciri khas,” tutur Ahsan.

Karakter permainan ini, imbuh Ahsan, adalah ciri yang berbeda dengan yang dimiliki pemain-pemain dari Korea Selatan, Tiongkok, dan negara-negara lain.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



 Persib Imbang, Roberts: Hasil Tak Sesuai Harapan  - Gudang Berita Viral Persib Imbang, Roberts: Hasil Tak Sesuai Harapan
Kamis, 19 Sep 2019, 02:00:03 WIB, Dibaca : 0 Kali
 KAI: Kecelakaan di Perlintasan Kereta Meningkat  - Gudang Berita Viral KAI: Kecelakaan di Perlintasan Kereta Meningkat
Kamis, 19 Sep 2019, 02:00:02 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik  - Gudang Berita Viral Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
Kamis, 19 Sep 2019, 01:00:05 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print