Rabu, 23 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Kamis, 03 Okt 2019, 16:00:08 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
2 Mahasiswa Tewas Tertembak di Kendari, Polri: 6 Polisi Bawa Senpi - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Tim investigasi Polri terkait kerusuhan antara mahasiswa dan aparat saat unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menemui titik terang. Karena kebenaran soal tewasnya dua mahasiswa karena luka tembak mulai terkuak. Ternyata, berdasarkan hasil penyelidikan menemukan bahwa ada 6 anggota polisi yang membawa senjata api (senpi) saat melakukan pengamanan.

“Kami tetapkan enam anggota jadi terperiksa karena saat unras membawa senjata api,” ujar Kepala Biro Provost Divisi Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo, di Jakarta, Kamis (3/10).



Hendro menjelaskan, keenam anggota ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Propram Polri. Polisi itu berinisial DK, GM, MI, MA, H dan E. Senjata yang dibawa mereka sendiri tergolong laras pendek jenis SNW dan HS.

Randi, 21, korban tewas tertembak peluru saat mengikuti akasi unjuk rasa menentang revisi RUU KUHP, yang berujung ricuh di depan Gedung DPRD Sultra jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kendari, Kamis (26/9).
Foto: MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS

“Ini kita dalami kenapa senjata itu dibawa saat pengamanan unras, padahal sudah disampaikan kapolri untuk tidak bawa senjata,” imbuhnya.

Tim Mabes Polri menelusuri penembak mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sultra, Randi dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan senjata saat pengamanan demo mahasiswa. Dalam olah TKP di Jalan Abdullah Silondae, polisi menemukan tiga buah selongsong peluru di saluran drainase di depan kantor Disnakertrans Sultra, Sabtu (28/9).

Sebelumnya, kerusuhan bermula sekitar pukul 11.00 WITA ketika elemen mahasiswa di Kendari yang berjumlah 2.000 orang menggelar unjuk rasa. Demonstrasi ini awalnya berjalan damai. Bahkan orasi mereka sempat ditanggapi oleh Ketua DPRD.

“Setelah ada tanggapan dari ketua DPRD, tiba-tiba terjadi pelemparan batu kearah petugas dan anggota dewan,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara Harry Golden Hart kepada gudangberitaviral.com, Sabtu (26/9).

Akibatnya, pasukan pengamanan langsung melakukan aksi pembubaran dan mendorong masa menjauh dari gedung DPRD guna mencegah kerusuhan meluas. Sekitar pukul 16.00, aparat mendapat informasi ada korban dari pihak pendemo sebanyak lima orang.

Rincian lima korban tersebut adalah Randi, mahasiswa fakultas teknik Universitas Halu Oleo yang tewas dengan luka tembak, Yusuf, 19, kritis dengan luka parah di kepala dan akhirnya dinyatakan meninggali, serta 3 orang yang mengalami luka ringan dan sesak nafas.

Kerugian juga timbul dari aspek materil. Diantaranya rusaknya gedung DPRD karena lemparan batu, pos lantas terbakar, dan sejumlah kendaraan dibakar.




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Kemendes PDTT Fasilitasi Kepemilikan Rumah Pegawai - Gudang Berita Viral Kemendes PDTT Fasilitasi Kepemilikan Rumah Pegawai
Rabu, 23 Okt 2019, 09:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Penanganan Rhinosinusitis yang Mirip Pilek: Tak Semua Harus Operasi - Gudang Berita Viral Penanganan Rhinosinusitis yang Mirip Pilek: Tak Semua Harus Operasi
Rabu, 23 Okt 2019, 09:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
KPK Berharap Pengganti Tito Tak Lupa Selesaikan Kasus Novel - Gudang Berita Viral KPK Berharap Pengganti Tito Tak Lupa Selesaikan Kasus Novel
Rabu, 23 Okt 2019, 09:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print