Senin, 14 Oktober 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Sabtu, 28 Sep 2019, 17:00:07 WIB, 5 View Tim Redaksi, Kategori : News
1.306 Anak di Sidoarjo Belum Diimunisasi Campak - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Tidak semua warga bersedia buah hatinya diimunisasi. Hal itu dibuktikan dalam capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Hingga kemarin (27/9), yang mendapat imunisasi campak 98,2 persen dari total 72.573 anak yang menjadi sasaran. Itu berarti sekitar 1.306 anak belum diimunisasi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mengakui bahwa pencapaian tersebut kurang optimal karena belum sampai 100 persen. Salah satu penyebabnya, orang tua tidak berkenan anaknya diimunisasi. ”Bagi yang tidak berkenan diberi vaksin, harus menandatangani form penolakan vaksin,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.



Dengan begitu, lanjut Syaf, pihaknya mengetahui pihak yang menolak. Itu bukan sekadar pernyataan dari pihak sekolah. Surat pernyataan tersebut juga dapat menjadi masukan bagi dinas kesehatan untuk evaluasi.

’’Kami bisa mengetahui penyebab mereka tidak berkenan diberi vaksin. Apakah khawatir buah hati demam atau ada alasan lain,’’ tuturnya.

Pihak dinkes pun tidak tinggal diam dengan hal itu. Mereka bakal terus berupaya menyampaikan pentingnya imunisasi kepada masyarakat. ”Sebab, vaksin mencegah penyakit-penyakit tertentu,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sidoarjo M. Atho’illah.

Terutama yang dapat menimbulkan wabah seperti campak. Sebab, anak yang tidak diberi vaksin dan sehat belum bisa menjadi pembawa virus atau bakteri. Nanti dia dapat menyebarkan penyakit. ’’Istilahnya bersifar carrier,’’ ucapnya.

Atho’illah berharap masyarakat sadar akan pentingnya pemberian vaksin tersebut. Dengan begitu, masyarakat terhindar dari penyakit. ’’Tercipta herd community (kekebalan kelompok),’’ jelasnya.

Dalam BIAS kali ini, yang diberikan adalah vaksin campak. Sasarannya ialah murid kelas I sekolah dasar. Mayoritas telah diimunisasi saat kecil. Imunisasi kali ini bertujuan menambah kekebalan tubuh mereka.

Namun, pelaksanaan imunisasi selama sebulan di sekolah belum optimal. Dinkes pun memperpanjang program tersebut sampai akhir bulan ini. Pihak puskesmas juga jemput bola ke lembaga pendidikan.

Sementara itu, pos gizi Desa Sukorejo menjadi salah satu percontohan. Mereka menjaring balita yang gizinya kurang baik. Lalu, mereka membuat para balita itu lebih sehat dalam tiga bulan.

Bidan Desa Sukorejo Khoirun Nisa’ menjelaskan, timnya menjaring 15 balita yang masuk kategori di bawah garis kuning atau gizi kurang baik. ’’Mengubah perilaku intinya,’’ katanya. 




Sumber: jawapos.com

Tag: News



Akhirnya, Setelah 27 Tahun, Ganda Putra Indonesia Juara Dunia Junior - Gudang Berita Viral Akhirnya, Setelah 27 Tahun, Ganda Putra Indonesia Juara Dunia Junior
Senin, 14 Okt 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Album Debutnya Puncaki Top Billboard 200, SuperM Ucapkan Terima Kasih - Gudang Berita Viral Album Debutnya Puncaki Top Billboard 200, SuperM Ucapkan Terima Kasih
Senin, 14 Okt 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 0 Kali
Berguru kepada Sejarah - Gudang Berita Viral Berguru kepada Sejarah
Senin, 14 Okt 2019, 13:00:06 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print