Minggu, 17 November 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Rabu, 06 Nov 2019, 17:00:17 WIB, 4 View Tim Redaksi, Kategori : News
10 Hektare Makam Keputih Bisa Digunakan - Gudang Berita Viral

gudangberitaviral.com – Seluruh makam yang dikelola pemkot sudah terlalu penuh, kecuali Makam Keputih dan Babat Jerawat. Namun, banyak warga yang menolak jika diarahkan untuk memakamkan keluarga mereka di sana. Mereka lebih memilih untuk menumpuk jenazah di liang yang sama. Yang penting dekat dengan rumah.

Misalnya, yang terlihat di TPU Ngagel. Nisan-nisan terpasang tak beraturan. Nyaris tak berjarak. Dalam satu liang bisa terdapat tiga nisan yang dipasang. Ada juga satu nisan yang berisi daftar nama jenazah yang dimakamkan di liang itu.



Dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) menerima banyak keluhan soal makam saat pembahasan APBD 2020. Dewan dari berbagai dapil meminta persoalan makam tumpuk tersebut diselesaikan.

Plt Kepala DKRTH Eri Cahyadi sudah menginstruksikan jajarannya untuk selalu mengarahkan penggunaan makam yang masih kosong. Namun, warga selalu menolak tawaran petugas. ’’Susah, Pak. Itu sudah menjadi budaya. Rata-rata enggak mau kalau jauh dari tempat tinggal,’’ katanya.

Dua TPU yang masih memiliki lahan kosong itu memang berada di ujung kota Surabaya. TPU Keputih berada di wilayah timur Surabaya, sedangkan TPU Babat Jerawat di wilayah barat. Mayoritas warga Surabaya Pusat, utara, dan selatan tak mau memakamkan anggota keluarga mereka di sana. Padahal, dua TPU pemkot itu tergolong paling rapi dan tertata. Jarak antarmakam diatur sehingga tidak terlihat simetris. Rumput makam juga rutin dipotong.

Harga retribusinya juga tak terpaut jauh. Retribusi di makam lama Rp 50 ribu saja. Itu hanya dibayar saat pemakaman pertama. Sementara itu, di dua makam baru tersebut nilainya hanya Rp 100 ribu yang dibayar per 3 tahun.

Pemkot terus menambah anggaran belanja untuk menyediakan lahan makam baru. Tahun depan, lahan di Waru Gunung mulai dibebaskan. Saat ini pemkot sudah memiliki 3 hektare lahan di sana. ’’Lahan pemkot ada di paling belakang. Perlu membebaskan lahan untuk akses ke sana,’’ ujar Kepala UPT Makam Surabaya Aswin Agung.

Rencananya, pemkot membebaskan 28 hektare lahan di Waru Gunung untuk menambah kantong makam. Khususnya di wilayah selatan. Di APBD 2020, anggaran baru disediakan untuk pembebasan 1,8 hektare lahan.

Aswin menerangkan, makam Waru Gunung disiapkan untuk jangka panjang. Dalam beberapa tahun ke depan, Makam Keputih dan Babat Jerawat masih bisa menampung lahan makam.

Dia menambahkan, pihaknya selalu menawarkan kepada warga untuk memanfaatkan makam baru. Namun, bagi mereka yang masih ngotot ingin tetap menggunakan makam lama harus membuat surat pernyataan untuk menumpang makam. 

Krematorium Layani 30 Pengabuan Tiap Bulan

Selain pemakaman, pemkot melayani pengabuan jenazah. Krematorium yang berada di kompleks TPU Keputih beroperasi sejak empat bulan terakhir.

”Setiap bulan rata-rata melayani pengabuan 30 jenazah,” ujar Kepala UPT Makam Surabaya Aswin Agung. Di krematoriun itu, ada juga tempat persembahyangan. Tarif yang dipatok lebih murah ketimbang krematorium milik swasta.

Aswin menerangkan, tarif pengabuan dibedakan berdasar jenis dan ketebalan peti mati. Semakin tebal kayu yang digunakan, pengabuannya akan semakin lama. Otomatis harganya makin mahal.

Tarif paling murah Rp 500 ribu dengan menggunakan peti model partikel. Biaya sewa tempat perawatan, termasuk penyiapan dan pelaksanaan upacara, Rp 300 ribu. Untuk peti dengan tebal 2 sentimeter, tarifnya Rp 1,2 juta. Yang paling mahal adalah peti dengan ketebalan 6 sentimeter. Tarifnya Rp 3 juta.

Pembangunan krematorium itu sebenarnya tuntas pada 2017. Namun, fasilitas tersebut tidak bisa langsung digunakan. Sebab, ada perombakan gedung untuk penyesuaian peralatan dan tungku. Tahun ini semuanya sudah beres.




Sumber: jawapos.com

Tag: viral, berita viral, hot news, news, gudang berita viral, jawapos, tribunnews, kompas, 10 Hektare Makam Keputih Bisa Digunakan

Tag: News



Indra Sjafri: Mudah-Mudahan yang Melecehkan Timnas Indonesia Tobat - Gudang Berita Viral Indra Sjafri: Mudah-Mudahan yang Melecehkan Timnas Indonesia Tobat
Minggu, 17 Nov 2019, 07:00:10 WIB, Dibaca : 0 Kali
 Obral SBN Biang Kerok Likuiditas Perbankan Seret?  - Gudang Berita Viral Obral SBN Biang Kerok Likuiditas Perbankan Seret?
Minggu, 17 Nov 2019, 07:00:08 WIB, Dibaca : 1 Kali
 Depay Terlalu Dini Pindah ke MU  - Gudang Berita Viral Depay Terlalu Dini Pindah ke MU
Minggu, 17 Nov 2019, 07:00:08 WIB, Dibaca : 1 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print