Kamis, 22 Agustus 2019, WIB gudangberitaviral.com - Gudang Berita Viral
Breaking News

Selasa, 06 Agu 2019, 12:00:06 WIB, 1 View Tim Redaksi, Kategori : News
 10 Hari Dzulhijjah tak Bisa Disaingi dengan Jihad  - Gudang Berita Viral

HAMPIR semua orang Islam tahu bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan adalah waktu spesial untuk beribadah dan di dalamnya ada lailatul qadar yang lebih utama dari seribu bulan. Namun tak semua tahu bahwa ada sepuluh hari lainnya yang juga tak kalah spesial, bahkan diperdebatkan di kalangan ulama apakah ia lebih utama dari hari-hari terakhir Ramadan tersebut. Sepuluh hari yang lain ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Menurut para ahli tafsir, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah disinggung keberadaannya dalam tiga ayat Alquran, yakni:

“Demi Fajar dan sepuluh hari,” (QS al-Fajr: 1-2).



“Dan Kami menyempurnakannya dengan sepuluh hari,” (QS. al-A’raf: 142).

“Dan mereka berzikir pada Allah di hari-hari yang telah diketahui,” (QS. al-Hajj: 26).

Sepuluh hari dan hari-hari yang telah diketahui dalam ayat-ayat di atas oleh banyak ulama ditafsirkan dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini bahkan tak bisa disaingi oleh jihad. Ia bersabda:

“Dari Nabi Muhammad SAW, Ia bersabda: ‘Tak ada amal yang lebih utama daripada yang dilakukan di hari hari ini.’ Para sahabat berkata: ‘Tidakkah jihad juga?’ Rasul menjawab: ‘Tidak juga jihad, kecuali seorang yang pergi memerangi musuh dengan jiwa dan hartanya kemudian kembali tanpa membawa apa pun’," (HR Muslim).

Karena pentingnya masa sepuluh hari ini, maka Rasulullah SAW memberikan arahan apa saja yang perlu dibaca oleh seorang muslim supaya bisa panen pahala di hari-hari ini, yaitu:

Rasulullah bersabda: "Tiada hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal yang lebih Allah cintai bila dilakukan di hari itu daripada sepuluh hari ini, maka perbanyaklah di dalamnya membaca lâilâha illa-Llâh, Allâhu akbar dan alhamdulillâh,” (HR Ahmad).

Selain wiridan di atas, Syekh Ibnu Katsir, seorang mufassir terkemuka, mengatakan bahwa Rasulullah juga berpuasa di sepuluh hari ini dengan berdasarkan hadis dalam Sunan Ibnu Dawud. Dengan demikian, rangkaian puasa ini juga mencakup puasa Arafah. (Ibnu Katsir, Tafsir Ibn Katsir, vol. V, hal. 415).

Syekh Ibnu Katsir juga mencatat bahwa para ulama berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama antara sepuluh hari terakhir bulan puasa yang memiliki lailatul qadar dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini. Sebagian ulama mengunggulkan sepuluh terakhir Ramadan dan sebagian lagi mengunggulkan sepuluh hari Dzulhijjah. Pendapat lainnya mencoba mengakomodasi semua dalil yang ada sehingga kesimpulannya adalah untuk ibadah malam hari maka lebih utama malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadan, tapi untuk ibadah siang harinya lebih utama sepuluh hari pertama Dzulhijjah (Ibnu Katsir, Tafsir Ibn Katsir, vol. V, hal. 416).

Karena itu, maka sebaiknya hari-hari istimewa ini jangan dibiarkan lewat begitu saja tanpa amal ibadah. Sebagai patokan sederhana hanya perlu diingat bahwa sepuluh hari sebelum hari raya, baik Idul Fitri mau pun Idul Adha, adalah hari-hari spesial di mana umat Islam akan memanen pahala bila menggiatkan ibadah di saat tersebut. Wallahua’lam. [nuol]

*Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember dan Peneliti di Aswaja Center Jember




Sumber: inilah.com

Tag: News



Ketika Aliando Syarief Bicara Soal Gaya Rambutnya yang Seperti Dono - Gudang Berita Viral Ketika Aliando Syarief Bicara Soal Gaya Rambutnya yang Seperti Dono
Kamis, 22 Agu 2019, 11:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
Ibu Kota Baru Berkonsep Kota Pancasila - Gudang Berita Viral Ibu Kota Baru Berkonsep Kota Pancasila
Kamis, 22 Agu 2019, 11:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali
DPD Sambut Positif Rencana Penggabungan DKI Jakarta dan Bogor - Gudang Berita Viral DPD Sambut Positif Rencana Penggabungan DKI Jakarta dan Bogor
Kamis, 22 Agu 2019, 11:00:08 WIB, Dibaca : 0 Kali






Buffer Digg Facebook LinkedIn Pinterest Reddit StumbleUpon Tumblr Twitter VK Yummly Print